Video Editing adalah aktivitas membentuk sebuah karya video yang dapat dinikmati oleh penontonnya sehingga mencapai tujuan yang ingin diraih. Para pengedit video (Editor video) harusnya tidak hanya memiliki kemampuan teknis di editing video dengan software saja, tetapi diharapkan memiliki softskill yang dibutuhkan sehingga menghasilkan sebuah karya video yang bermakna.
Saat ini yang sedang diminati dan banyak order adalah video jenis wawancara, banyak yang sedang ingin diwawancara. Untuk editing jenis video seperti ini mesti pintar-pintar sang editor, karena salah-salah hilang makna wawancaranya.
Apa keahlian softskill yang harus dimiliki para editor video ini? Softskill yang dimiliki adalah para editor memiliki kemampuan mendalam bagaimana orang berpikir, merasakan, mengingat, membangkitkan memori sehingga video memiliki konten yang kuat dan menyentuh.
Penonton dapat merasakan video yang diedit asal-asal, atau dengan yang direncanakan. Penonton bisa menikmati detik demi detik video yang sudah direncanakan dengan matang. Berikut tip-tip untuk menjadi jago di bidang Video editing:
- Pilih sudut pandang yang menarik..
Pada saat mengedit video dan pembicara sedang berbicara, kita sebagai editor video bertugas menyeimbangkan antara apa yang dibicarakan dengan video pelengkap. Butuh relevansi atau ketersambungan. Apalagi jika pembicara di dalam ruangan, Anda perlu memilih dan mencari sudut-sudut yang pas agar cerita dari pembicara dapat ditangkap maksudnya, Anda harus bisa merekonstruksi detik demi detik momen yang sedang dibangun, dengan tujuan pembicara dapat mengekspresikan ceritanya dengan lebih baik.

- Gunakan lebih banyak close-up dan medium daripada sorotan lebar.
Pada saat wawancara berlangsung, bidikan-bidikan yang close up dan medium cenderung diperbanyak supaya lebih banyak menampilkan sudut pandang pembicara. Sesekali bidikan lebar, supaya penonton tahu di lokasi mana sedang berlangsung pembicaraan. Tapi begitu pembicara berbicara point-point penting, sudut kamera harus close-up dan dekat dengan wajah pembicara. Penonton ingin melihat lebih dekat bagaimana ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka saat berbicara.
- Perhatikan bahasa tubuh pembicara dan perhatikan cara mereka berbicara.
Pikiran, kata-kata, dan nafas penutur semuanya diungkapkan melalui bahasa tubuh mereka. Sementara itu, setiap pembicara memiliki ritme dan irama yang unik pada suaranya. Perhatikan hal ini, dan ritme alami ini akan menciptakan pengeditan yang alami dan akan mengenal ke penonton.
- Berani memotong kata-kata (Sunting Kesalahan).
Pada saat mengedit video perlu sekali berani memotong video pembicara apalagi kata dan kalimat itu tidak relevan dengan apa yang dibicarakan. Jika memotongnya tepat, video Anda akan tampil lebih menarik.
- Menjaga semua tetap bergerak.
Inilah mengapa orang akan bosan kalau sorotan atau bidikan kamera hanya dari sudut yang sama, penonton akan cepat bosan. Anda perlu gonta ganti suasana sudut pengambilan, dan memang butuh beberapa kamera untuk merekam pembicaraan.
- Perlu tahu siapa yang diwawancara dan siapa penontonnya.
Bagian ini perlu diketahui karena sebagai editor kita juga perlu menambah kutipan-kutipan yang diperlukan dari pembicara lain yang relevan, kita perlu menyisip video lain yang sesuai sehingga wawancara berlangsung menarik untuk ditonton.
- Ambil Istirahat
Namanya manusia, kita cenderung menjadi bosan kalau bekerja dalam waktu yang panjang. Ambillah istirahat mungkin setelah ini pandangan Anda lebih segar, ide lebih banyak dan membantu pekerjaan editing video menjadi lebih baik dan cepat.
Demikian 7 tips keren untuk editing video jenis wawancara, semoga karya Anda lebih bagus lagi. Jika ada yang ingin ditambahkan hubungi Admin ya…
Berikut Video yang bisa kamu hasilkan dengan belajar Kursus Video Editing baik secara offline ataupun online di Webmedia. Berikut adalah video hari ke-6 dan 7 bisa menghasilkan video seperti berikut: (Memenuhi kaidah 7 Tip Video Editing Membuat Video Wawancara Lebih Menarik)